Keluarga Besar Jenderal Hoegeng Selenggarakan Tahlilan 7 Hari untuk Mendiang Eyang Meri
2 mins read

Keluarga Besar Jenderal Hoegeng Selenggarakan Tahlilan 7 Hari untuk Mendiang Eyang Meri

Pusatrakyat.com – Pihak keluarga almarhumah Meriyati Hoegeng, yang akrab disapa Eyang Meri, sedang melaksanakan rangkaian doa bersama atau tahlilan pasca berpulangnya istri dari Kapolri ke-5, Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.

Cucu almarhumah, Krisnadi Ramajaya Hoegeng (Rama), mengonfirmasi bahwa kegiatan doa ini dipusatkan di kediaman keluarga yang berlokasi di Kompleks Pesona Khayangan, Depok. Rangkaian tahlilan dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari berturut-turut, terhitung sejak 4 Februari hingga 10 Februari, dengan waktu pelaksanaan dimulai pukul 19.30 WIB setiap malamnya.

Berpulang di Usia Satu Abad

Eyang Meri tutup usia pada umur 100 tahun di RS Polri pada Selasa siang. Jenazahnya telah dikebumikan di Taman Pemakaman Giri Tama, Tajurhalang, Bogor, tepat di samping peristirahatan terakhir sang suami, Jenderal Hoegeng.

Warisan Prinsip: “Haram” Menggunakan Fasilitas Negara

Setelah prosesi pemakaman usai, putra almarhumah, Aditya Sutanto Hoegeng, berbagi kenangan mengenai didikan keras namun penuh kasih dari sang ibu. Salah satu prinsip utama yang ditanamkan adalah ketegasan dalam memisahkan urusan pribadi dengan fasilitas negara.

  • Disiplin Fasilitas: Keluarga dilarang keras menyentuh atau memanfaatkan fasilitas dinas milik Jenderal Hoegeng. Pesan ini merupakan amanah dari sang ayah yang diteruskan secara konsisten oleh Eyang Meri kepada anak-anaknya.
  • Kesabaran dalam Mendidik: Aditya mengenang ibunya sebagai sosok yang sangat penyabar. Selama masa pertumbuhan anak-anaknya, Eyang Meri tidak pernah menggunakan kekerasan fisik dalam memberikan teguran atau pelajaran hidup.

Inspirasi Bagi Institusi Polri

Hadir dalam prosesi pemakaman, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut memberikan penghormatan terakhir. Bagi Jenderal Sigit, Eyang Meri bukan sekadar istri pejabat tinggi, melainkan sumber inspirasi moral bagi Korps Bhayangkara.

Kapolri menyatakan bahwa teladan yang ditinggalkan Eyang Meri dan Jenderal Hoegeng menjadi landasan kuat bagi polisi masa kini untuk menjaga integritas. Semangat kesederhanaan dan kejujuran pasangan ini pula yang menginspirasi lahirnya ajang Hoegeng Awards sebagai bentuk apresiasi bagi polisi-polisi teladan di Indonesia.

Pesan-pesan yang sering disampaikan almarhumah dalam setiap pertemuan formal maupun informal dianggap sebagai pengingat penting bagi seluruh personel polisi untuk tetap setia pada jalur pengabdian yang jujur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *